Kotawaringin Timur Berhasil Boyong Empat Piala Adiwiyata

Sampit (Antara Kalteng) – Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah sukses memboyong empat piala Adiwiyata sekaligus atas prestasi empat sekolah di daerah itu dalam hal lingkungan hidup.

“Kotim luar biasa, bukan hanya barometer di bidang politik, dan boleh jadi dalam pembangunan, tetapi juga di dunia pendidikan dan lingkungan hidup. Prestasi sekolah peraih Adiwiyata ini harus menjadi contoh bagi masyarakat,” ucap Bupati Kotim, H Supian Hadi di Sampit, Sabtu.

Empat sekolah di Kotim yang berhasil meraih piala Adiwiyata yakni SMAN 1 Sampit, SMKN 1 Sampit, SMKN 2 Sampit dan MTsN Sampit. Adiwiyata merupakan penghargaan bagi sekolah yang dinilai serius dalam mengelola dan mempertahankan kelestarian lingkungan.

Sabtu pagi, ratusan pelajar, guru, pegawai dan pejabat di Kotim mengarak empat piala Adiwiyata berkeliling Sampit sebagai bentuk kegembiraan atas prestasi yang membanggakan tersebut.

Tahun ini, Provinsi Kalteng meraih sembilan piala Adiwiyata. Kotim merupakan daerah yang paling banyak meraih Adiwiyata tahun ini, sedangkan sisanya diraih sekolah yang ada di Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Pangkalan Bun dan Kapuas.

“Saya berpesan agar seluruh sekolah meningkatkan prestasi ini karena mempertahankannya merupakan tugas yang berat. Saya juga meminta dukungan seluruh masyarakat Kotawaringin Timur supaya tahun depan Sampit kembali meraih piala Adipura untuk ketiga kalinya,” pinta Supian.

Menurut informasi, ada 1.432 sekolah yang menjadi penilaian Adiwiyata secara nasional oleh tim gabungan dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri.

Hasil penilaian, ada 463 sekolah yang dinyatakan berhasil meraih Adiwiyata, di antaranya empat sekolah yang ada di Kotim. Prestasi membanggakan ini tentu harus terus ditingkatkan.

Untuk meraih Adiwiyata diperlukan komitmen seluruh warga sekolah dalam hal kebersihan dan lingkungan, baik kalangan guru, pelajar bahkan tukang kebun dan tenaga bantu lainnya di masing-masing sekolah untuk menunjukkan perilaku berbudaya lingkungan.

Kementerian Pendidikan juga telah menegaskan dalam kurikulum 2013 yang mulai dilaksanakan 2014 bahwa harus ada pendidikan tentang lingkungan hidup sehingga seluruh sekolah ikut melakukan upaya penyelamatan bumi dari kerusakan.

 

by: http://antarkalteng.com

Adipura, BLH Kotim Masih Tunggu Hasil Penilaian Kedua

pialaadipura.jpg SAMPIT – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini tengah menunggu hasil penilaian tahap kedua (P2) yang telah dilakukan oleh tim penilai adipura untuk kota Sampit beberapa waktu lalu. Kepala BLH Kotim Suparman mengaku bahwa merunut kebiasaan, hasil pengumuman akan diberitahukan menjelang peringatan hari lingkungan hidup yang dilaksanakan bulan Juni mendatang. “Jadi kami belum mengetahui seperti apa hasilnya untuk P2, karena biasanya akan dimumkan pada bulan Juni mendatang, mudah- mudahan hasilnya baik dan memuaskan,” katanya di Sampit, Jumat (24/5). Selain itu Suparman juga menuturkan bahwa untuk hasil penilaian tahap pertama (P1) lalu, Kota Sampit menduduki rangking pertama untuk penilaian se Kalimantan. Peraihan pada P1 itu diharapkan Suparman juga akan berhasil diraih pada P2 nantinya dan sekaligus menempatkan kota Sampit kembali meraih piala adipura untuk yang kedua kalinya. “Ya seperti yang diharapkan pemerintah serta seluruh masyarakat Sampit dan Kotim pada umumnya yakni Sampit bisa meraih kembali paila adipura di tahun ini,” tuturnya. Suparman juga mengakui bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin agar mendapatkan penilaian yang terbaik untuk P2 tersebut. Salah satunya seperti dengan menggerakkan kegiatan gotong royong pada masyarakat di Kota Sampit maupun pada lingkungan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD). Selain itu Suparman juga menyampaikan bahwa pihaknya pun turut memaksimalkan peran Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Kota dan Kebersihan Kotim, di samping juga menggiatkan melalui para camat dan lurah untuk terus mengadakan gerakan kebersihan di seluruh wilayah masing-masing. (Jaring News)

Ciptakan Lingkungan Bersih Dengan Membudayakan Gotong Royong

ciptakan-lingkungan-bersi.jpg Sampit – Sebagai bentuk kepedulian serta memberikan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang terus meningkatkan sosialisasi melalui kegiatan gotong royong. Diharapkan melalui kegiatan tersebut kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan lebih meningkat, sehingga dengan adanya dukungan masyarakat, maka upaya Pemerintah dalam meciptakan Kota Sampit yang bersih dan indah akan bisa tercapai. Membudayakan sikap gotong royong dimasyarakat sangat besar manfaatnya dalam menjaga kebersamaan, namun yang terpenting bagaimana melalui gotong royong ini dapat dijadikan kebiasaan dimasyarakat. Tentunya untuk mencapai hal tersebut Pemerintah Daerah harus lebih giat meningkatkan sosialisasi kemasyarakat, yakni dengan terjun langsung ke lapangan berbaur kemasyarakat. Salah satunya seperti kegiatan sosialisasi gotong rotong yang digelar Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ini. Sebagai instasi yang memiliki tanggung jawab dalam sebuah wilayah di Kabupaten, tentunya peran Kecamatan merupakan ujung tombak sebagai penyambung tangan Pemerintahan. Keberhasilan Kotim sebagai Kabupaten yang berhasil meraih penghargaan Adipura, tidak lepas dari dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bersih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menggelar sosialisasi dengan terjun langsung kelapangan melalui kegiatan gotong royong. Menurut Camat Mentawa Baru Ketapang, Ahmad Sarwo Oboy, mengatakan untuk menciptakan budaya gotong royong ini pihaknya terus berusaha mensosialisasikan dengan turun langsung kelapangan dan berbaur kemasyarakat. Hal ini dilakukan agar rasa kebersamaan menjaga kebersihan lingkungan lebih baik lagi, tentunya dengan menjaga kelestrian lingkungan tidak menutup kemungkinan harapan gelar Adipura bisa dipertahankan. Dirinya beserta seluruh Pegawai di Kecamatan, Kelurahan, selain itu melibatkan pihak TNI dan POLRI, juga terjun langsung kelapangan dengan mengajak masyarakat untuk bersama- sama menjaga kebersihan. Dengan harapan terciptanya lingkungan bersih dan sehat. Dijelaskannya kegiatan gotong royong ini tidak hanya terpaku pada hari libur, melainkan pada hari kerja juga dimanfaatkan mensosialisasikan kegiatan tersebut. Meski demikian pihaknya juga tidak melupakan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Oboy menambahkan, rencananya dalam satu pekan ini, pihaknya akan terus menggelar sosialisasi gotong royong dengan harapan rasa kebersamaan ini dapat tertanam dan menjadi kebiasaan masyarakat. Sebab menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya peran Pemerintah Daerah, namun juga tanggung jawab masyarakat. (Swara Sampit TV)

 

SUMBER: Berita Sampit Online

3 RE

keep-earth-green_7418_1

 

LINGKUNGAN ALAM

Pemandangan Alam

Cobalah Perhatikan lingkungan selain dirimu. Ada lingkungan alami dan buatan manusia. Lingkungan alam adalah daerah dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan kenampakan alam sekitar. Lingkungan alam terjadi dengan sendirinya atau melalui proses yang alami. Lingkungan alam merupakan buatan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Lingkungan alam yang ada sangat beragam. Ada dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Dataran rendah dapat dilihat lingkungannya berupa tepi pantai, rawa, hutan bakau, muara dan laut. Hawa di dataran rendah cukup panas.

Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanahairenergi suryamineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.